Surya Agustian

Soft Launch Medinfo NewGeneration: Sistem Informasi Akademik FK YARSI. Semoga dengan sistem ini bisa membawa FK Universitas YARSI menjadi yang terdepan di antara institusi pendidikan dokter di Indonesia. [Selengkapnya...]

     
 
5 Oktober 2009 08:54:04 WIB
Halal Bil Halal PERSALUNY FK 1430 H
SBA FK YARSI
Halal Bil Halal PERSALUNY FK 1430 H
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI


Minggu, 18 Oktober 2009
Pukul 08.00 WIB s/d selesai
Tempat: Auditorium Universitas YARSI

Jadwal Acara: Silakan Download di sini

29 Juli 2009 07:34:48 WIB
ALUR PEMBAGIAN KHS SEMESTER GENAP DAN REGISTRASI REMEDIAL TA 2008/2009
SBA FK
29 Juli 2009 04:40:18 WIB
Pengumuman UMB PTS Gel 2 Universitas YARSI jalur UMBPTS Tahun 2009
Registrar
Perngumuman calon mahasiswa Fakultas Kedokteran, Fak Teknik Informatika, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi Universitas YARSI diterima di Jalur UMBPTS tahun ajaran 2009-210

Informasi lengkap download disini dan juga disini
22 Juli 2009 01:54:35 WIB
Seminar Nasional "Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Suatu Kasus dengan Pendekatan Multidisiplin"
SBA FK
Fenomena kekerasan pada Perempuan dan anak akhir-akhir ini banyak menjadi sorotan setelah di berlakukannya UU anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Data KOMNAS perempuan, tindakan KDRT skala nasional tahun 2008 mencapai 35.398 kasus dan meningkat
menjadi 43.000 kasus di tahun 2009 Selain karena frekwensinya makin meningkat, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah masalah penanganan yang jauh dari nilai-nilai etik dan penegakan hukum yang bermartabat. Masyarakat kedokteran dan Kesehatan umumnya sebagai pilar utama dalam pelayanan dianggap belum familiar dengan kasus - kasus tersebut namun peranannya sangat penting dalam membantu penyidik dan penegak hukum dalam memutuskan perkara. Sehingga putusan pengadilan sangat tergantung dari kepiawaian dokter mengungkap dan memberi visum at repertum.

Dengan segala problematika tersebut dan dalam rangka membuka wawasan tentang Kekerasan Perempuan dan Anak, Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas kedokteran Universitas YARSI Jakarta bersama LAKI (Lembaga Advokasi Kedokteran Indonesia) berencana mengadakan seminar Nasional, yaitu :
" Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Suatu Kasus dengan Pendekatan Multidisiplin "
Dengan jadwal pelaksanaan :

Hari / Tanggal :
Sabtu, 29 Agustus 2009
Waktu :
Pukul 08.30 - 16.00 WIB
Tempat :
OASIS AMIR HOTEL JAKARTA
Jl. Senen Raya Kav. 135 - 137, Jakarta Pusat 10410

Mengingat pentingnya acara tersebut, maka dimohon kesediaan Bapak / Ibu pimpinan
Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, para Ketua / Anggota IDI, Organisasi Profesi Dokter, Akademisi
Kedokteran, Farmasi, teman sejawat dokter Umum, gigi dan spesialis serta pemerhati KDRT untuk
hadir memberikan wawasan tentang masalah kekerasan pada perempuan dan anak. Atas
kehadiran dan partisipasi Bapak/ Ibu, dihaturkan banyak terima kasih, Wassalam.

Untuk brosur lengkap acara tersebut dapat Anda download di sini :

Brosur Seminar Nasional "Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Suatu Kasus dengan Pendekatan Multidisiplin" (format PDF).


 
     
     
 
17 Desember 2009 05:28:13 WIB
Sejauh mana competency dan capacity diperlukan dalam pengambilan consent seseorang?
dr. Ferryal Basbeth, SpF

Artikel Dosen tentang "Sejauh mana competency dan capacity diperlukan dalam pengambilan consent seseorang?"

klik disini

oleh :

dr. Ferryal Basbeth, SpF

Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI
Jl. Letjen Suprapto Cempaka Putih
Jakarta Pusat 10510, Indonesia
Phone: 62-21 4206676 ext. 3103
Fax: 62-21 4244574
www.yarsi.ac.id
basbethf@gmail.com


[ selengkapnya ... ]
 
     
     
 
19 November 2009 02:13:44 WIB
Analisis Etik Terkait Resusuitasi Jantung Paru
dr. Ferryal Basbeth, SpF
Malakah Dosen tentang "Etik Terkait Resusuitasi Jantung Paru" oleh Ferryal Basbeth dan Budi Sampurna. Lihat disini
[ selengkapnya ... ]
 
     
     
 
2 Juli 2009 05:27:48 WIB
Mengupas Pesan dari Jari jemari
DR. Restu Syamsul Hadi, M.Kes.*
Aktivitas keseharian manusia tidak bisa dipisahkan dari tangan beserta jari jemarinya. Hasil karya yang begitu banyak dan terukir dalam sejarah merupakan buah kerjanya. Sejak manusia zaman purba hingga era ultramodern ini jari jemari menempati peran yang semakin vital. Aktivitas manusia modern hampir tidak bisa lepas dengan perangkat komputer, laptop dan handphone yang semuanya membutuhkan jari jemari. Dengan jari jemari pula kita dapat membuka pintu, menggenggam barang, menulis buku, mengirim pesan singkat bahkan untuk sekedar menyentil telinga dan mengorek lubang hidung. Aktivitas jari jemari tergantung perintah pemiliknya. Hanya dengan sedikit kerja dari jari telunjuk menarik pelatuk pistol maka nyawa manusia lain akan melayang. Beberapa kali ketukan keyboard saja seorang koruptor dapat meraup keuntungan dengan manipulasi angka. Sekali tekan tombol remote maka gedung bertingkat beserta isinya akan hancur dalam sekejap. Pekerjaan berat dan sulit akan menjadi mudah bila dilakukan jari jemari secara  bersamaan meski mereka berbeda. Ada yang namanya ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan kelingking. Bagaimana kalau semua bentuk jari jemari kita sama? Tentu akan kesulitan untuk dapat melakukan tugasnya seperti sekarang ini. Melalui perbedan itulah jari jemari dapat menyelesaikan aneka tugas dengan sempurna.  

[ selengkapnya ... ]
 
     
     
 
10 Juni 2009 08:30:44 WIB
Etik-kah Seorang Dokter Menuntut Pasien yang Seharusnya Ditolong?
Dr. Ferryal Basbeth,SpF
Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sudah diterapkan, sudah memakan 'korban'  dan membawa kasus ini sebagai kasus yang memperoleh perhatian luar biasa mulai dari kelompok wartawan, ibu-ibu rumah tangga, kelompok pemuda, remaja bahkan ketiga bakal capres, semuanya memberikan komentar dan opini sehingga menjadikan kasus ini menjadi sangat populer dan menarik perhatian publik dari segala lapisan. Kali ini terjadi pada seorang ibu rumah tangga bernama Prita Mulyasari, mantan pasien Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra Tangerang. Pihak rumah sakit tidak memberikan keterangan yang pasti mengenai penyakit serta rekam medis yang diperlukan pasien.

Kemudian Prita Mulyasari mengeluhkan pelayanan rumah sakit tersebut lewat surat elektronik yang kemudian menyebar ke berbagai mailing list di dunia maya. Akibatnya, pihak Rumah Sakit Omni Internasional berang dan marah, dan merasa dicemarkan. Lalu RS Omni International  mengadukan Prita Mulyasari secara pidana. Sebelumnya Prita Mulyasari sudah diputus bersalah dalam pengadilan perdata. Kejaksaan Negeri Tangerang telah menahan Prita Mulyasari di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang sejak selama 21 hari karena dijerat pasal pencemaran nama baik dengan menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Banyak pihak yang menyayangkan penahanan Prita Mulyasari yang dijerat pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena akan mengancam kebebasan berekspresi. Pasal ini menyebutkan :

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

[ selengkapnya ... ]
 
     
Form Login
Username :
Password :
   Lupa Password?
Selamat datang Guest

Tahun Akademik 2017
Semester Ganjil



[Kembali ke atas]